~~“Walaupun Puyuh Mencuri Sayap Helang, DiaTetap tak Bisa Terbang”~~

Waktu Solat

Seri Iskandar, Parit, Beruas, Kg Gajah
[ e-Solat]
 
 Imsak
5:41
 
 Subuh
5:51
 
 Syuruk
7:04
 
Zohor
13:13
 
Asar
16:18
 
Maghrib
19:15
 
Isyak
20:24

Saturday, July 18, 2009

Buat Baik Berpada pada...

Buat Baik Berpada-Pada


KITA berada dalam era yang kelabu.
Tidak ada lagi warna hijau, merah dan buru.
Sudah bercampur baur.
Pudar, kelabu dan kabur.

Kita dikatakan lepas bebas.
Era globalisasi yang terbuka luas.
Tetapi mengapa kita berasa terbatas?
Terkepung, terbendung, terpintas
Takut berhujah, bimbang berbahas.

Kita agungkan globalisasi.
Kita julang tinggi meritokrasi.
Padahal kita keliru, tidak tahu.
Apa ertinya istilah-istilah itu.

[Macamlah berkhayal dengan Akademi Fantasia
Dan wayang Hindi yang berjam-jam panjangnya.]

Maka kita berbicara tentang kesamarataan.
Tidak mahu lagi kuota dan bantuan.
Lalu kita rungkaikan satu persatu.
Tali-tali yang dulu mengikat kita jitu.

Kita manterakan Malaysian Malaysia.
Kita uar-uarkan Satu Malaysia.
Kita kagumi Masyarakat Madani
Kita berjinak-jinak dengan Islam Hadhari.

Apakah kita kini cukup berani
Yakin kepada kemampuan diri
Sudah sedia untuk berdikari
Atas landasan meritokrasi
Keterbukaan dan globalisasi
Atau sebenarnya kita lupa diri
Umpama anak kecil bermain api
Terbakar hatinya yang sepi?

Adakah mampu Melayu di Ulu Benta
Bersaing dengan Cina di Bukit Damansara?
Atau Melayu di pedalaman dan hulu?
Dengan Melayu baru di Bukit Tunku?
Atau nelayan dengan anak jutawan?
Anak buruh dengan anak orang berpengaruh?

Bukan bangsa lain tidak utama
Mereka pun rakyat Malaysia juga
Tetapi realiti yang wajib diterima
Orang Melayu dan Bumiputera
Adalah majoriti rakyat Malaysia
Pinggirkan mereka, bala jawabnya.

[Hatta saya dan adik-adik saya
Kami pun tidak serata
Kalau ikut meritokrasi
Mungkin anak saya dapat biasiswa
Anak mereka gigit jari
Kerana sekolah di kota
Segala lengkap semua ada
Guru tuisyen dan segala benda.
Tetapi apa halnya
Dengan sekolah di desa?]

Kalaupun hendak bermurah hati
Wajiblah kita berhati-hati
Jangan abaikan hak majoriti
Padahnya buruk kemudian hari.

Terima kasih kawan dan taulan
Madah pujangga jadikan teladan
Buat baik perpada-pada
Buat jahat jangan sekali
Usah digadai tanah pusaka
Nanti bangsa dihina dikeji.

Thursday, July 16, 2009

Aku..... Akan Menunggumu....

Ingin ku segera memelukmu…


Membawamu untuk mengiringi langkahku…


Namun itu bukan hak aku…


Dan tak kan kupaksakan itu…


Kau masih belum jadi milikku…


Belum menjadi suri dalam hidup ku...


Dan ku belum jadi sebahagian daripada hidupmu…


Belum menjadi satu yang selalu mengisi hatimu…


Meskipun terasa jemu aku bertahan…


Aku akan terus menahan…


Segala kerinduan…


Dan hasrat yang tak terucapkan…


Kau umpama bulan…


Bersinar terangi gelap malam…


Terlihat oleh mataku tanpa penghalang…


Namun kau sukar tergapaikan…


Tapi aku pasti bertahan…


Kerana kau telah memberiku harapan…


Akan cintamu yang hampir mustahil tergapaikan…


Meski ku tahu tak semudah itu untuk menggapaimu…


Kerana yang inginkan kau bukan hanya aku…


Engkau putri raja yang didamba…


Banyak yang panglima dan kesatria yang mencuba menggapaimu…


Sedangkan aku hanya perajurit tak bernama bagimu…


Ya… Aku memang perajurit biasa tak bernama…


Tak sekuat kesatria…


Tak semenawan panglima…


Hanya seorang pemimpi dengan sepenggal puisi saja…


Namun aku pasti menunggumu…


Menunggu jawaban dari cintaku…


Meski jemu aku…


Meski TIPIS harapanku…


Aku pasti kan menunggumu…

Thursday, July 02, 2009

Wacana Islam Dan Politik Semasa

Wacana Islam dan Politik Semasa kini kembali lagi

Tarikh : 3 Julai 2009 (Jumaat)
Tempat : Sekretariat ABIM Negeri
Masa : 7.00 - 11.30 Malam
Pendaftaran :RM 50.00 untuk Dua Siri

Tertib Program

7.00 : Pendaftaran
7.10 : Makan Malam
7.30 : Sholat Maghrib / Ma'thurat / Kuliah Magghrib / Sholat Isya
9.15 : Wacana Bermula

Ucapan YangDipertua ABIM Negeri

Wacana 1 : Islam Dan Politik Semasa
Y. Bhg. Dr. muhammad Nur Manuty
Timbalan Presiden WADAH / Ahli Majlis Tertinggi PKR


Wacana II : Membangun Masyarakat Madani di Pulau Pinang
YB Yusmaidi Yusoff
Ahli Parlimen Balik Pulau

Wacana III : Kerajaan Tempatan Isu Dan Masalah
Sdr Sheik Zahry Abdul Rahman
Ahli Majlis MPPP

Moderator : Ust Mohammad Fadzil Alias
ITQON Resources


11.00 Soal Jawap
11.30 Minum Malam dan Bersurai




Note : 1. Bahan Bacaan diedarkan Kepada Para Peserta
2. Kemudahan bilik mandi disediakan bagi yang datang terus dari pejabat.

Monday, June 29, 2009

Sajak Memujuk Hati


Di sini ku duduk sendiri

menanti pagi yang tak pernah mati

Terkenang…bayang wajahmu

Terlelap di bawah bintang nan semu

Secubit rasa, yang selalu terasa

Terkulai lemah, berharap buai

Terjerat hangat mentari, waktu sentiasa sepi

Tak pernah mati, bukan abadi

Aku masih di sini, seorang diri, sendiri

Mendengar angin berbisik, hati terasa terusik

Semut berbaris, seolah ikut menangis

Anjing jalanan, kelihatan kesepian

Kisah yang tertulis dengan tinta putih (nampak ker....)

tak pernah terjadi, tak ingin ku alami

Hidup hampa yang terbuai oleh satu kata

............. (apa agaknya kata itu???)

maaf.... itu kata untuk hati

yang meminta, merintih, memohon sebuah hati

“Salah sendiri kenapa kemari?”

Sendiri... seorang penyendiri....

Disini aku terus menanti...

menanti dan terus menanti

sampai kapan?....

aku masih belum mengerti....

Wednesday, June 24, 2009

Sajak Pertemuan Mahasiswa


Matahari terbit pagi ini

mencium bau kencing orok di kaki langit

melihat kali coklat menjalar ke lautan
dan mendengar dengung di dalam hutan


lalu kini ia dua penggalah tingginya
dan ia menjadi saksi kita berkumpul disini
memeriksa keadaan


kita bertanya :
kenapa maksud baik tidak selalu berguna
kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga
orang berkata : “kami ada maksud baik”
dan kita bertanya : “maksud baik untuk siapa ?”


ya !
ada yang jaya, ada yang terhina
ada yang bersenjata, ada yang terluka
ada yang duduk, ada yang diduduki
ada yang berlimpah, ada yang terkuras
dan kita disini bertanya :
“maksud baik saudara untuk siapa ?
saudara berdiri di pihak yang mana ?”


kenapa maksud baik dilakukan
tetapi makin banyak petani kehilangan tanahnya
tanah – tanah di gunung telah dimiliki orang – orang kota
perkebunan yang luas
hanya menguntungkan segolongan kecil saja
alat – alat kemajuan yang diimpor
tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya


tentu, kita bertanya :
“lantas maksud baik saudara untuk siapa ?”
sekarang matahari semakin tinggi
lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala
dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :
kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
ilmu – ilmu diajarkan disini
akan menjadi alat pembebasan
ataukah alat penindasan ?


sebentar lagi matahari akan tenggelam
malam akan tiba
cicak – cicak berbunyi di tembok
dan rembulan berlayar
tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda
akan hidup di dalam mimpi
akan tumbuh di kebon belakang


dan esok hari
matahari akan terbit kembali
sementara hari baru menjelma
pertanyaan – pertanyaan kita menjadi hutan
atau masuk ke sungai
menjadi ombak di samodra


di bawah matahari ini kita bertanya :
ada yang menangis, ada yang mendera
ada yang habis, ada yang mengikis
dan maksud baik kita
berdiri di pihak yang mana !

Related Posts with Thumbnails